Dohong atau Duhung adalah senjata khas Dayak Ngaju, bahkan didalam catatan Schwaner 1843-1847, terjemahan bebasnya:
“Perisai dan Mandau merupakan barang yang baru diimpor kemudian,
namun sekarang sudah sangat umum. Sejarahnya Dohong dan Parang sudah
digunakan sebelum Mandau. Dohong pasti adalah senjata nenek moyang.
Dohong merupakan senjata senjata sepanjang 1 kaki, berbentuk mata tombak
dengan panjang 8 inchi, tebal dan gagang yang berbentuk bulat… contoh
dohong hanya sedikit yang tersisa sebagai pusaka dari nenek moyang
mereka. Sekarang dohong hanya digunakan untuk mencurahkan darah korban
dan memotong tali pusar bayi yang baru lahir”.
Dohong sekarang ini hanya digunakan oleh pisur atau damang adat,
didalam beberap legenda seperti kisah Tambun & Bungai ketika mereka
berperang melawan raja Sawang dari Filipina mereka menggunakan senjata
dohong ini, sehingga ada kemungkinan memang Mandau adalah produk impor
yang baru datang kemudian di abad-abad ke 17-18 dari sub suku dayak
lainnya.
Dalam perkembangannya dohong mengalami perubahan bentuk, umumnya
gagang dohong berbentuk bulat dari kayu – maka dohong pun memiliki
gagang seperti Mandau ini disebut bayu yang persebarannya tidak hanya
digunakan oleh dayak Ngaju dan Ot Danum tetapi oleh suku Dayak Kayan
yang pernah mendiami bagian Kalimantan Tengah – yang kemudian mengungsi
kea rah hulu Mahakam. Senjata seperti dohong ini sebut Dua Mata Bayu.
https://folksofdayak.wordpress.com/2013/09/04/senjata-khas-dayak-part-1/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar